Tulisan ini saya tulis karena setelah sesi skype 2 jam-an dengan sahabat saya uci, dia lupa menanyakan tentang lebaran saya di Dortmund tahun ini. Begini ceritanya, Beberapa hari sebelum lebaran, teman-teman yang berjenis laki-laki, yang selama tiga minggu di sini berbuka puasa dan salat di Mesjid Taqwa Dortmund sudah bertanya-tanya tentang dimanakah kami akan salat. Mereka sampai mengirimkan email ke pengurus mesjidnya, dan Alhamdulillah dijawab secara email dan secara langsung. Oia, saya mau cerita tentang teman-teman saya yang selalu bersemangat bercerita tentang menu buka puasa di mesjid ini yang sungguh enak dan banyak. Kadang-kadang makanan tersebut masih bisa dibungkus dan dibawa pulang untuk kami. Sehari sebelum lebaran, kami sudah mulai memasak lontong (lontong sachet yang harus direbus 3 jam lebih) dan teman-teman. Berhubung masaknya pake kompor listrik maka jadi semakin lamalah memasaknya. Masalah lontong ini sebenarnya hanya tradisi dan sedikit bisa jadi pelip...