Posts

Showing posts from December, 2010

and monday is so gloomy

I feel so gloomy dari pagi dan kini menjelang sore, masih saja hariku sekelam langit pulau ini, mau hujan. Tentu saja kambing hitamnya "monday" alias hari senin, padahal I know something happen in the weekend dan aku masih saja terbawa mood jeleknya..

Alhamdulillah sore ini, janji dibatalin jadi aku gak harus konsentrasi padahal "si konsentrasi" tidak mau berteman denganku hari ini..

What should I do.. please my brother, don't you hate me because "saya tidak mood menulis" sorry.. sungguh menyesal (dan bahasa campur aduk ini bukti ke-jelek-an mood saya hari ini).

I'll I need is stay in the kitchen.. jadi chicken chefnya nenek.. masak memasak sambil ngobrol ngalur ngidul..

Please, give back my colorful days (minggu lalu tepatnya sebelum hari sabtu).. dan aku masih merasa so gloomy membaca posting ini..

tentang perjalanan hajiku

Hari ini tepat 10 hari aku pulang dari tanah suci. Perjalanan amazing, travelling paling berkesan, dan perasaan rindu yang mendera. Rindu Ka’bah, rindu tawaf, dan rindu dengan suasana yang meneduhkan hati. Alhamdulillah, jam tidur sudah normal, perbedaan waktu 4 jam, menyebabkan malam-malam awal kembali aku baru terjaga lewat pukul 12 malam dan rasa kantuk yang menyerang setiap pagi. Batuk hampir hilang sepenuhnya (masih ada sisa-sisa batuk titipan unta), kaki dan badan sudah terasa pulih dari lelah dan pegal.

Apa cerita di sana? Banyak sekali dan tidak bisa diceritakan satu persatu. Semua berkesan. Intinya naik haji latihan kesabaran. Kadang aku lulus, kadang aku harus menangis dalam shalat taubatku karena merasa telah melampaui batas, meninggalkan kesabaranku entah dimana.
Penginapanku yang agak jauh di mekah merupakan tantangan sendiri karena aku harus naik bis untuk ke masjidil haram. Mengejar bis bukan hal yang baru untukku, waktu sekolah dulu jadwal bis yang selalu tepat waktu me…

Desember dan cerita tentang tsunami

Akhirnya surat keterangan sebagai pengganti ijazah smu-ku selesai juga. Alhamdulillah prosesnya tidak terlalu susah dan aku hanya perlu 3 kali bolak balik ke sekolah. Bulan mei kemarin, setelah hampir 6 tahun tsunami aceh, aku baru menyadari ijazah smu-ku hilang. Hanya ijazah, aku agak kaget karena tidak pernah berpikir ijazah itu hilang. Kemungkinan paling besar, ijazahku hilang ketika ibuku menjemur dokumen-dokumen penting itu, alhamdulillah adikku sempat menyelamatkan tas berisi dokumen sebelum melarikan diri saat air yang datang. Tetap saja kertas-kertas itu basah karena proses menyelamatkan diri itu sungguh sulit.

Setelah tsunami, kami menyewa safety box di sebuah bank. Tidak ada lagi dokumen berharga yang disimpan di rumah. Awalnya repot karena setiap memerlukan dokumen harus ke bank untuk mengambilnya kemudian menyimpannya kembali. Lama-lama safety box itu terlalu penuh sehingga kami menyewa satu lagi dan memisahkan dokumen-dokumen itu menurut kepemilikan. Bulan mei, akhirnya a…