Posts

Showing posts from October, 2011

ada [saya] apa [dengan] cinta

w i b g

Bukankah sudah penghujung tahun
kemana waktu membawa berlari
tiba-tiba hujan akhir Oktober turun deras di hati
Berikan tanggal, hari bulan tahun
Berikan sebuah penanda waktu, jam menit detik
Cukupkan semangat untuk menunggu
Sebentar lagi, sebentar lagi
aku sedang membungkus galau ini dalam sebuah kotak dengan pita yang manis

no comment for sure

masa depan, lalu, dan kini

: spiderman

kita pernah bicarakan masa depan ketika aku menggandeng gadis kecil dan kamu dukung bayi lucu di pundak alkisah ada sebuah rumah mungil dengan halaman yang luas (sepertinya aku akan tinggal saja mengurusmu dan anak-anak sambil mengetik novelku dan berbisnis kecil-kecilan dengan sahabatku) di beranda kita akan nikmati secangkir kopi pada suatu sore yang mendung saling mengenang masa lalu ketika kamu tak kuasa menolakku kerena aku terus memaksa sedangkan kamu masih kurus, gondrong, garing tapi tetap saja menggemaskan hingga terbawa suasana masa kini saat aku sibuk berkhayal, reka-reka mimpi, dan berdoa agar asaku jadi sesuatu yang akan ada di sepanjang masa
bogor, 2002-2003

tanya-tanya Banda Aceh

Teman saya baru pindah ke Banda Aceh, ada beberapa pertanyaannya yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya
Ada rental motor gak ya di Banda Aceh?
Waa, mestinya ada, tapi gak tau dimana. Biasanya rental mobil yang banyak. Saya menyarankan dia buat beli koran lokal, mungkin ada yang pasang iklan rental motor. Sampai sekarang dia belum nemu rental motor di Banda Aceh, hiks. Biasanya sama yang kenal gitu, yang punya motor lebih di rumah, motor nganggur, kalau dah kenal mau dipinjemin soalnya serem juga kalau motornya dilariin.
Ada kolam renang gak ya di Banda Aceh?
Ada, setau saya di hotel. Ya, tarif hotel dunk. Jaman saya sekolah dulu ada Kolam Renang Pante Pirak, depannya ada Bakso Gajah. Pulang mandi (bukan berenang) makan bakso. Sebenarnya malah niatnya bukan ke kolam renang tapi jajan bakso.  Haha. Saya juga ngasi tau biasanya di Ulee Lheue sering dipake buat latihan renang. Ulee Lheue yang bagian ada tanggulnya itu cuma tidak tau berapa meter dalamnya. Ada juga kolam Mata Ie hanya …

wanna be a blogger

Hari ini katanya hari blogger nasional.  Sudah berapa lama saya ngeblog? 4 tahun sepertinya sejak 2008. Kalau itu seorang anak, sudah masuk TK dia.  Saya ngeblog awalnya untuk ngisi waktu di adelaide, ngisi waktu di kantor, ngisi waktu di rumah, semoga nanti akan semakin banyak kota yang bisa saya ceritakan di blog ini. Meski cerita blog saya tak penting-penting kali.  Meski puisi-puisinya tak seberapa, namun, terima kasih sudah singgah dan membacanya.  Semoga terhibur dan bermanfaat.

kamu [lagi]

balada jemuran

Musim penghujan ini saya habiskan dengan menikmati hujan pagi hari. Saya suka mencium bau hujan dan seakan-akan semua tanaman di halaman rumah saya menari dengan riangnya. Hijau itu terlihat sebenar hijau. Bunga bermekaran malu-malu dan tanah menjadi lembab.
Kalau musim hujan seperti ini, saya belajar mengambil keputusan. Mengasah feeling, hujan tidak hujan tidak. Menghitung peluang dengan cara melihat pekat langit. Hanya semata-mata untuk acara jemur angkat pakaian. Rasanya tidak rela langit yang terang tanpa jemuran atau malah memikirkan membiarkan pakaian yang basah karena hujan. Maka saya bolak-balik menjemur dan mengangkat. Sedikit terang, sedikit hujan. Maka saya akan segera bertindak.
Mungkin ini juga salah satu cara menikmati musim penghujan, satu sisi saya tak perlu menyiram tanaman, sisi lain, saya harus menjaga jemuran dengan siaga. Hanya saja saya sangat menyukai hujan di pagi hari, hujan pagi di kota ini masih membuat saya terpesona.

-mari menyanyi-

sore di bandrek simpang surabaya

Setiap saya janjian dengan pipit untuk sekedar duduk dan bercerita, pasti, pastinya dia sepasti-pastinya akan menyodorkan nama sebuah tempat. Bandrek Simpang Surabaya. 
Lalu saya juga akan berdalih ini itu, tentang bandrek itu yang terlalu jauh, dan hari terlalu sore.
Lalu kami akan bernegosiasi, naik becak atau naik labi-labi. Tentu saja saya pilih becak dan dia pilih labi-labi. Biasanya saya yang menang, karena langsung memanggil becak  yang kebetulan lewat.
Duduk selalu di tempat yang sama, tidak pernah terlalu sabar menunggu pesanan datang. Pesanan kami, bandrek susu dan satu ekstra bandrek biasa sekalian gorengan di piring plastik.
Memandang langit sambil berkeluh kesah dan mengeluh.
“Ke’ tau sar, kalau percintaan sar awalnya manis, tu gak akan berakhir manis..” Pipit mulai berteori
“Gak akan hidup ni manis terus, pahit akhirnya sar, pahit...”
“Emmm, maksud ke’ kalau aku ni, kan pahit kan awalnya, jadi akhirnya pasti manis pit ?” Jawab saya terbata penuh harap.
Pipit terdiam, …

membaca Alchemist

Karena hari-hari saya belakangan ini melompat dari satu buku ke buku yang lain, dari satu komik ke komik yang lain maka wajar saja kalau cerita saya akan berkisar tentang apa-apa yang sudah saya baca itu. Semalam saya membaca Alchemist, karyanya Paulo Coelho. Saya juga penggemar blog dan quotenya. 
Bukunya satu yang saya punya, Brida. Saya beli di Adelaide waktu pertama launching. Brida versi English, tidak banyak yang saya ingat kecuali definisi tentang cinta sejati, cinta sejati adalah apa gitu gitu, ha..ha.. ternyata gak ingat lagi.
Balik ke Alchemist, seperti biasa sudah lama saya tau tentang buku ini. kalau tak salah ingat sebelum tsunami si ndut udah wanti-wanti saya jangan membeli buku ini karena dia udah beli di Banda Aceh. Ya, harus saling mengingatkan jika tidak ingin berakhir dengan membeli dua buku yang sama. Waktu itu saya di Bogor, 2003 atau 2004 lah. Sedikit endingnya (kebiasaan buruk untuk menyakiti seorang kakak adalah memberitahukan ending sebuah cerita) sudah diboc…

skuter matik

Hari ini terasa sangat melelahkan.. Tidur siang adalah obat satu-satunya. Awalnya tidak tau kenapa hari ini saya capek. Lalu saya curiga, ini pasti gara-gara saya membiarkan bang rio mengantarkan saya melaju di jalan-jalan kota banda aceh yang sungguh padat. 
Konsentrasi membuat saya lelah. Leher terasa kaku dan mata perih. Melotot terus, tidak boleh meleng. Apalagi di lampu lalu lintas, mata tak lepas berjaga-jaga ketika lampu berubah warna. 
Sementara itu si bang rio tenang-tenang saja, ketika saya terus berpikir, mengukur jarak, menjaga tarikan gas, mencengkram rem, bang rio melaju mulus membelah riuhnya perasaan saya. Segitunya? 
Ya segitunya. Mungkin saya lebay, lebay sangat kalau berkaitan dengan kenderaan yang memilik mesin dan bisa berlari. Hanya saja, tanpa sadar saya terus menyenandungkan lagu skuter matiknya SKJ 94..

“kamu terlihat paling cantik.. dengan skuter matik yang menawan.. dengan gaya klasik jaman sekarang..”

- apakah kamu..-