Banda Aceh, Tempat Kita Belajar dan Mengajarkan tentang Usaha Pengurangan Risiko Bencana Tsunami
Ketika supervisor dan dua orang dosen saya dari Jerman mengabarkan akan mengunjungi Banda Aceh selama dua hari, maka saya segera menyusun rencana kegiatan mereka selama di Banda Aceh. Penelitian saya yang dibimbingnya tentang tsunami resilience dan universitas tempat saya belajar memang mengkhususkan kajian tentang lingkungan, kerentanan, bencana, dan keselamatan manusia. Saya pikir, ini adalah kesempatan yang baik untuk memperkenalkan wisata tsunami yang bisa memberikan pembelajaran sekaligus kenangan tentang kota Banda Aceh. Mereka pastinya sudah membaca banyak tentang tsunami dan sudah mengunjungi Jepang yang juga memiliki pengalaman lebih baik dalam mengelola situs wisata tsunami. Namun, saya yakin, Banda Aceh memiliki “sesuatu” yang berbeda, bukan hanya tentang situs peninggalan tsunami tetapi juga pengalaman dan usaha masyarakatnya bangkit kembali setelah bencana. Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan Bang Faisal yang akan membantu saya me...