Posts

Showing posts with the label Bonn

meeting dengan supervisor

Saya menunggu supervisor saya di dekat meja informasi di Bonn Hbf. Keretanya terlambat. Ketika beliau datang, saya tidak bisa mengenalinya. Punggung saya sudah sangat pegal menggendong laptop. Ransel saya letakkan di lantai. Saya menyender di dinding. Tangan memegang hape. Saya baru membaca pesannya yang mengatakan, lima menit lagi beliau tiba. Beliau memakai topi kupluk mendekat dan menyapa saya kami berjalan kaki menuju kantor supervisor kedua saya. Jangan harap kami berjalan beriringan, Beliau bergegas sambil menarik kopernya dan memegang botol juice Hujan dan angin kencang. Sesekali beliau melihat ke belakang, memastikan saya masih berjalan dan bertanya apakah saya baik-baik saja. Langkahnya begitu cepat dan saya terus berjuang dengan payung saya yang tidak kuat dihantam angin. Akhirnya saya menutup payung dengan susah payah. Untungnya jaket saya tahan air, hanya sepatu keds saya yang mulai kuyup. Kami sampai di geography institute tepat waktu Supervisor ketiga...

Auf wiedersehen (lagi)

Saya dan Hoai akhirnya makan malam di Vapiano, saya memesan pasta favorit saya dan Hoai memesan pasta yang ada mangga dan jamurnya. Lalu kami duduk bercerita sambil menyantap sepiring pasta yang enaaak banget-banget dan porsinya besar. Ini hari terakhir saya dan Hoai bertukar cerita. Senin dia bakal balik ke Vietnam dan saya, balik ke rumah. Dia menghadiahi saya kolase foto empat musim yang diambil dari balik jendela office kami di lantai 27. Pastinya, saya akan merindukan pemandangan itu, Rheinaue, taman luas terbentang cantik. Post tower menjulang tinggi, jembatan yang membelah sungai Rhein dan empat musim yang membuat pemandangan dibalik jendela itu seperti lukisan adanya. Sungguh minggu yang berat, mengucapkan selamat tinggal buat teman-teman seperjuangan di sini. Kami sudah berbagi terlalu banyak, tawa dan tangis dalam perjalanan meraih mimpi yang luar biasa susahnya. Merekalah teman berbagi hari yang selalu ada untuk sekedar makan siang atau berbagi secangkir kopi. Da...

Cerita gak penting saya : revisited

Saya masih ingat waktu si bos manggil saya ke ruangan dia buat diinterogasi tentang niat saya kuliah lagi. Kata beliyo, ntar saya makin susah buat menemukan jodoh setelah jadi Doktor dan tentunya kantor masih membutuhkan dharma bakti saya sebagai PNS dan iming-iming jabatan kalau saya gak jadi sekolah lagi. jawaban saya, waktu itu, saya malah mengejar cinta ke Jerman. Soalnya, ada oknum yang sudah duluan ngacir ke Jerman buat sekolah dan memberikan kupu-kupu efek di perut saya. Setelah les bahasa Jerman, di dinding kamar kos di gang tembok yang kumuh di wilayah menteng, saya menempelkan peta jerman dan menarik garis dari Bonn ke Stuttgart. Katanya, Stutgart itu cuma tiga setengah jam dari Bonn. kami bisa saling mengunjungi ketika weekend. Hati saya berbunga-bunga membayangkan betapa menyenangkan kehidupan saya di Jerman karena ada seseorang yang menggemaskan seperti itu yang akan menyemangati kehidupan phd saya di jerman. Oleh karena garis antara kedua kota itu ditarik sepenuh pe...

Alles gute zum Geburtstag Sari

Image
Apa artinya menjadi perempuan berumur tigapuluh empat tahun ? Tentu banyak sekali, karena makna selalu penting untuk dipertanyakan. Untuk selalu memperbarui niat dan memperbaiki cara memandang hidup. Tahun baru dan ulang tahun yang berdekatan tepat sekali dijadikan momen mengevaluasi hidup. Ulang tahun saya kali ini, saya masih di Jerman. Saya merayakan dengan teman-teman PhD yang berbagi ruang dan teman kantor. Saya minta tolong Yanti (yang jago buat kue apa aja :D) dibuatin kue ultah yang yummy bingits, tiga lapis cake green tea dilapis krim dan kacang merah. Jepang sekali. Dankee Yanti. Cerita tentang cake dan resepnya ini ada di blognya Yanti :   http://dapurkinanti.com/2016/01/31/matcha-chiffon-cake/ Tapi yang paling membahagiakan ketika tepat beberapa menit sebelum pukul duabelas malam saya terbangun. Jadi momen pergantian waktu itu saya lewati dengan sadar. Itu seperti ucapan selamat ulang tahun dari yang memberi saya kehidupan. Saya juga berbicara agak panja...

salam buat pacarmu

Apa artinya video call itu setelah hampir setengah tahun tanpa kabar berita ? kamu masih saja seperti itu, menyombongkan diri, menanyakan kabarku, mengatakan semua yang ingin kamu katakan katamu, aku cuma ngomong-ngomong saja, tidak melakukan apa-apa sementara kamu, tahun ini, diundang kesana kemari untuk memberikan ceramah ini itu dan untuk menjadi seperti itu, kamu tidak perlu sepertiku yang menulis dan membaca dan tidak melakukan apa-apa. kamu juga akan ke eropa, karena pacar tersayangmu akan mengajakmu ke eropa tidak perlu sepertiku, pontang panting melamar beasiswa, mencari supervisor, dan sebagainya dan sebagainya sampai kapan kita terus bersaing seperti ini ? aku tahu, kamu hanya tak ingin kalah karena sebenarnya kompetisi ini belum berakhir ah, lelaki, aku tahu kita lelah dengan semua ini aku cuma pengen kita tetap berteman pertemanan yang wajar tanpa perlu saling menghebatkan diri dan semua pencapaianmu yang selangit itu aku tidak iri aku hanya sedikit ce...

dia yang hadir di penghujung tahun

Tahun depan, apakah kita akan sekali saja menghabiskan tawa di dapur, berbagi ini itu berkompromi dan saling menyuruh lalu duduk rapi menyantap makan malam yang disiapkan penuh cinta atau masihkah kita bisa menyanyi bersama, membiarkanku menyanyi dengan nada yang tak rapi bersabar mengikuti semua mauku ah, teh celup, itu nama band kita band yang spesialisnya meng cover lagu jaman kita jaman ketika masa remaja tak terlalu manis atau pahit hingga aku merasa kehilangan begitu banyak dan berusaha meraihnya lagi lewat lirik sudah terlambatkah untuk menikmati masa muda tanpa rasa khawatir tanpa rasa takut aku rasa belum terlambat setidaknya tahun ini setelah semua naik turun rasa dan perasaan akhirnya aku menemukan damai dalam bekal makan siang yang kau bungkuskan untukku dalam lirih senandungmu seperti itu harusnya jangan berpikir terlalu banyak jangan meminta terlalu sering menerima dan bersyukur untuk sepotong kisah yang tetap saja membuatku sadar kamu ...

Musim jeruk di Bonn

Jeruk yang hadir menemani musim dingin ini, membuatku melupakan rasa secangkir juice  merk terkenal favoritku menikmati jeruk yang di kotak kayu membuatku merasakan manisnya hidup Oranye begitu menggoda Hamparan pohon jeruk dan daunnya yang hijau di negeri hangat jauh ke selatan mungkin itu sepotong surga yang dihadiahkan Tuhan ah jeruk ini membuatku sentimental merasakan manisnya sambil memandang hujan

dear silampukau

Dear Silampukau, musim dingin kali ini aku berkhayal menjadi "puan kelana" meski Bonn bukan Paris, hujan sama menakjubkannya dari balik jendela officeku di lantai 27 dan aku begitu suka airmata aku berkeras akulah puan kelana yang dirindukan sepenuh hati kembaraku akan selesai maret ini bolehkah tetap menjadi aku puan kelana sehingga aku masih bisa tetap sombong walau lukaku masih sama ps. terima kasih sudah menemaniku menulis empirical chapter       terima kasih tak lelah bersenandung dan bergitar, berulang-ulang dimainkan playlist deezerku       terima kasih telah memberi warna merah untuk wallpaper laptopku terinspirasi puan kelana by silampukau

Meine neue Fahrad

Saya punya sepeda baru, satu lagi barang lungsuran dari Joanna. Entah kapan mulainya, Joanna dengan yakinnya berkata akan memberikan sepedanya kepada saya kalau dia balik ke London. Kemarin, kami serah terima, disaksikan Greg, Thomas, dan Minh Tu. dan saya gak bisa naik sepedanya karena terlalu tinggi sadelnya. Minh Tu berbaik hati menemani saya membawa sepeda itu naik kereta, lalu mampir ke tukang sepeda buat diturunin sadelnya dan lalu saya untuk pertama kali naik sepeda di Bonn, setelah tiga tahun. Rasanya, menyenangkan, meski agak gak pede, maklum, untuk urusan seperti ini, saya selalu butuh keberanian ekstra. Jadi ingat sepeda pertama saya dulu, dibelikan setelah saya jatuh di TK dan dalam igauan saya menyebut-nyebut sepeda. Lalu dibelilah sepeda sama mama saya. Sepedanya warnanya hitam, ada gambar robot di keranjangnya. Awalnya beroda empat, lama-lama beroda dua. Ah, ibu saya itu, sepeda anak perempuan kok warnanya hitam dan ada sticker robot ? sepeda saya yang...

sunday, table, and you

Meja baru, dari Joanna. Meja makannya Joanna. Aku memang sudah lama ingin sekali memiliki sebuah meja makan untuk menulis. Bukan meja belajar, tapi meja makan. Setelah tiga tahun, akhirnya aku memilikinya, dengan cara yang aneh. Awalnya Joanna ingin membawa meja ini ke London, tapi akhirnya dia berubah pikiran dan memberikan meja ini untukku. Awalnya, aku malah minta meja belajarnya Joanna, tapi malah aku berikan pada mbak ayu, karena aku tidak tau cara membawa meja tersebut. tapi hari ini, semua dimudahkan. Siapa lagi yang mau dengan cueknya mengangkat meja dari kereta sambung naik bis. Merangkai kembali bagian kaki meja dengan bersusah payah. Masih juga dipaksa mewarnai buku gambar dan memperbaiki router wifi. Lho cerita meja kok jadi cerita yang lain hehe.. satu persatu keinginanku dikabulkan dengan cara yang tak disangka-sangka so sweet.. bersemangatlah sari..

mungkin cuma

Mungkin cuma kita yang seperti itu, yang tidak keberatan menghabiskan 30 menit menuju kota sebelah dan membeli dua potong ayam Mungkin cuma kita yang menghabiskan waktu dengan cara itu, menggoreng bala-bala dan menikmatinya sambil membayangkan cita rasa yang seharusnya dan bekal makan siangku dengan nasi hijau katamu skillmu tak kalah dengan skill chef Juna mungkin cuma itu yang bisa disimpan untuk kenang-kenangan sedikit tapi kembali ke sana membuatku selalu tersenyum.. dan Bonn tanpamu mungkin tak sama lagi

Ramadhan #28

Saya sudah duluan lebaran, jadinya sisa enam hari hanya mengikuti cerita tentang mudik, persiapan lebaran, dan cerita puasa. Ramadhan ini, doa saya untuk perpanjangan beasiswa dikabulkan, sampai maret 2016. Perjuangan yang lebih berat dan semoga selamat sampai akhir. dan hari-hari meugang malah dihabiskan di kantor, berkutat dengan persiapan kolokium. Syukurnya teman-teman tidak meugang dan kantor penuh. setidaknya bisa mengurangi tingkat mellow yang parah. Selamat ulang tahun, teman sebangkuku tiga tahun di SMA, yang cantik dan baik hati. Kabar baik darinya, sedang mengandung anak ketiga. dan saya, masih di sini, menantikan libur lebaran, sekedar membuang resah dan menemukan diri kembali. Semoga menjadi perjalanan yang memberi pencerahan. Ah Ramadan, I already miss you..

Ramadhan #23

Teh dan coklat yang dititipin ke mbak ayu buat dikirimin ke rumah, sudah sampai hari ini. Andai bisa mudik lebaran ini.. Hari Jumat terakhir di bulan Ramadan ini. Lebaran seminggu lagi.. mellow

Ramadhan #22

Masalah peta yang titik-titiknya terjun bebas ke laut Bekerja dengan GIS lagi, mau tak mau Wetter, Bonn : Regenschauer, hujan 15 derajat Please fighting :)

Ramadhan #12

Bangun terlalu pagi karena ada janji supervisi di kota sebelah. Berusaha menahan kantuk dan mengumpulkan semua semangat. Kemarin, hari minggu dan masuk kantor. Ngecek email, masalah tugas belajar yang menguras semua energi. Telpon sabang, bbm si abang, curhat ma kak yuni Ngejar kereta, dan bis yang memutar-mutar, perbaikan jalan, sampai tak sampai tepat waktu Peluk Joanna Peluk mbak ayu dan momen yang tetap saja indah, sebuah senyum dan kata-kata pencerahan jawab pertanyaan-pertanyaanku my lovely supervisor Siang balik ke kantor Tidur sejenak melepas kantuk sambil duduk ah, kebiasaan baru sore, tidak ada yang tersisa jalan, pulang bersama ming tu sungguh hari yang meriah

Ramadhan #10

Jadi di sana ke salat teraweh ? Salatlah Berjamaah ? Sendirianlah Oia ya, belum punya imam Iyalah.. Eh, kemaren aku salat teraweh ada imamnya lho cie cie.. Aku gak ngantar ya ke bandara waa gak kumaafin Doain ya aku beres thesisnya, pas kamu balik udah submitt Iya tak doain, semoga beasiswanya diperpanjang dan pas aku balik tinggal nunggu sidang Amiiin

Ramadhan #8

Kemarin seperti biasa, saya turun buat salat zuhur di meditation room. Ketika saya membuka pintu, dua orang bapak-bapak sedang bercakap-cakap. Satu selesai berwudhu dan satu sedang antri wudhu. Saya memberi salam kepada mereka dan kembali menutup pintu, menunggu di luar sampai mereka selesai wudhu. Tiba-tiba pintu dibuka dan salah satu brother itu berbicara kepada saya menyuruh saya masuk, "Kamu jangan salat di belakang lagi, salatlah di depan, ruangan ini sangat luas, kamu harus salat di depan" "Ya, salatlah di depan, jangan di belakang lagi" kata si bapak yang satu lagi. Ah, saya tak menyangka kalau mereka memperhatikan saya selama ini suka salat di ruang belakang jika ada lelaki yang duluan salat di depan. Sebenarnya dengan kondisi islam yang multicultural saya agak bingung harus bagaimana bersikap. Teman perempuan saya yang berasal dari lebanon mengatakan saya harus menunggu di luar kalau ada lelaki yang sedang salat. kadang waktu sangat mepet dan saya ...

Ramadhan #5

Sudah sore dan rintik hujan meninggalkan jejak di kaca jendela. Saya masih berputar-putar dengan bahan bacaan dan kata yang akhirnya membentuk satu paragraf. Hari kelima puasa, sepertinya saya sudah merasa kalah bahkan di hari-hari awal. Pertama, dengan tidak bisa menahan emosi dan meletupkan semua yang ada di kepala. menjadi reaktif yang sangat mudah bersenyawa. Kedua, dengan tidak berusaha memanfaatkan waktu dengan baik. Masih dua, dan masih ada duapuluh empat hari untuk melatih semua dan tidak kecolongan lagi. semoga.. dan pagi ini, membuka bbm saya ketika sahur dengan sebuah pesan yang manis, "Sari.. ayo bangun sahur.." "Met sahur.." ah, kapan terakhir kali yang sweet-sweet seperti ini saya terima.. sudah lama sekali.. dan di Ramadhan hari kelima ini, mendapatkannya kembali, tetap saja terasa so sweet... uh..

Ramadhan #2

Sudah beberapa hari ini, Bonn mendung dan hujan. Ini doa saya sebenarnya, semoga cuaca jangan terlalu panas di summer ini. Tahun lalu, lumayan panas dan saya merasa agak kepayahan dengan cuaca panas dan kering. Hari kedua ramadhan masih dengan semangat yang membara. Kepikiran bukaan favorit di rumah, es teler martabak mie hun bakwan tape lemang hehe.. enamjammenujuberbuka

Bonn, Ramadhan #1 1436 H

Alhamdulillah bertemu lagi dengan ramadhan di Bonn. Ramadhan keempat dengan semua perasaan yang campur aduk. Rangkaian persiapan sudah dimulai baik secara niat, fisik, mental dan semangat. Ingatan saya agak payah, jadinya, kali ini seperti puasa pertama lagi di Jerman. Meugang udah dimulai dari sejak seminggu lalu, masak rendang dan mie Aceh. Teman-teman seruangan membuat makan malam menyambut ramadhan. Saya menyapa teman-teman di daftar app hape saya, meminta maaf dengan tulus dan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Sahur tadi makan roti, minum susu, dan makan pisang, saya gak sanggup makan nasi dengan lauk ikan keumamah yang saya masak kemarin sore. Sampai kantor, baru duduk sebentar, alarm simulasi kebakaran hidup, dan mau gak mau turun dari lantai 27 ke basement melalui tangga. Perjuangan yang lumayan di hari pertama puasa.. dan yang paling keren hari ini, pesan Tariq Ramadan di video chronicle Ramadan di youtube "Always remain positive, Take...