Posts

homesick tingkat dewa

Setelah malang melintang merantau, baru kali ini saya merasa galau dengan perasaan rindu rumah. Mungkin ini sejenis homesick yang benar-benar menjangkiti ketika udara makin dingin, dan langit makin kelam. Nun jauh di sini, perjalanan hidup baru dimulai, menanjak pelan dan pelan, Memerlukan hati yang semakin lapang dan tegar dan rindu ini membuat saya mengkerut Beberapa yang biasa saya lakukan ketika dada mulai sesak oleh rindu : Masak air, buat teh yang tidak terlalu manis, menikmatinya hangat,  seperti sore atau pagi di rumah kami Goreng telur, nasi panas, dan kecap, makan dengan tangan, membayangkan telur dadar buatan babah yang digoreng penuh cinta Duduk di Bis, pasang earphone, pejamkan mata, mengalun lagu-lagu dari album “Nyawoeng” yang merdu, penuh hentakan mengusir galau.. Buka kulkas, ambil sebatang coklat, membayangkan jika di rumah “coklat” harus dibagi dengan adil dan bijaksana, meniatkan setiap cecap untuk penghuni rumah tercinta.. ...

Wochenende Reisen

Minggu lalu, saya travelling ke dua kota untuk menemui teman-teman saya. Awalnya gak terlalu yakin karena kondisi keuangan yang agak mepet sementara ada banyak yang harus dibeli untuk persiapan musim dingin. Sementara harga tiket kereta sudah penuh angkara murka menembus angka seratusan. Namun, semakin dipikir semakin tak berdaya menahan gejolak untuk menentramkan kepala setelah tiga minggu pertama yang sungguh suram. Maka untuk pertama kalinya, saya coba mitfahren, alias numpang mobil orang dan membayar tidak terlalu mahal. Menumpang mobil orang ini ternyata nama lain untuk mobil travel yang isinya banyak manusia dan saya harus duduk enam jam di samping supir yang sibuk flirting dengan gadis di samping saya. Badan terjepit, kaki tergantung, dan telinga disumbat dengan lagu-lagu kesayangan yang bersaing galak dengan suara radio mobil. Alhamdulillah saya tiba dengan selamat dan disambut sahabat-sahabat tersayang langsung diajak makan yang enak. Satu setengah hari berjalan ke s...

selamat hari blog nasional :)

Rasanya baru saja, saya menulis tentang hari Blog Nasional. Ternyata baru itu baru tahu lalu. Hari ini 27 Oktober 2012 tepat lima tahun saya jadi blogger. Meski isi blog saya masih tetap tentang hidup saya dan tanpa interaksi (no comment) namun saya berharap ada sedikit inspirasi yang didapatkan ketika ada yang membaca blog saya. Setidaknya teman-teman saya tau keadaan saya dan buat yang kangen-kangen, bisa terobati kangennya. Hahaha.. Tahun ini dan beberapa tahun ke depan, Insya Allah saya menulis blog di Bonn. Sungguh menyenangkan memiliki kesempatan menulis di beberapakota  yang berbeda. Sejauh ini Adelaide, where I start to write this Blog, Banda Aceh, Sabang, Jakarta (meski cuma 9 bulan), zwei Monaten in Dortmund und hier sind wir in Bonn.. Meski status saya masih “ledig’ tetapi ada cerita baru tentang perjalanan saya memulai phd. Mungkin nanti akan sering saya tulis, mungkin juga tidak, tergantung ke depannya. Saya hanya ingin menulis di blog tetap menyenangkan. Pas...

Ibarat Gajah

“Trying to hide the love you feel for someone is like trying to hide an elephant”   Entah kenapa ketika membaca kalimat itu, saya tersenyum. Sungguh perumpamaan yang benar. Pengibaratan yang cerdas. Saya sangat-sangat setuju dengan quote ini. Quote ini adalah quote favorit temannya ndut yang saya temukan di wall fb-nya.   Bicara soal gajah, gajah adalah salah satu hewan favorit saya. Saya suka sekali gajah. Kalau saya punya ga jah, pastinya tidak akan saya sembunyikan, malah saya pamerkan. Lebih baik gajah itu bebas berkeliaran daripada saya harus membuat kandang yang besar untuk menyimpannya dan pastinya gajah itu tidak akan nyaman dalam kandang yang sempit. Kali terakhir saya ke kebun binatang di Malang bersama adik saya, kami berdiri lama di depan kandang gajah menonton tingkah polahnya yang menggemaskan. Gajah itu bermain-main sendiri dan bercanda dengan pawangnya. Saya dan adik saya terkagum-kagum dengan tingkah laku sang gajah menggoda pawangny...

musalla kecil

Setelah makan siang biasanya saya turun untuk salat zuhur di lantai paling bawah gedung lantai 29 ini. Sebenarnya bukan musalla tapi ruang untuk meditasi atau „meditation room“.   Sebagian besar  yang beragama islam selalu menggunakan ruangan ini untuk salat zuhur dan ashar. Kadang-kadang saya bertemu dengan beberapa orang, yang sudah selesai atau mau salat. Mereka selalu mendahului saya mengucap salam.   Ruangan ini juga dilengkapi tempat wudhu. Hal yang baru saya sadari, ciri khas dari tempat wudhu adalah fasilitas mencuci kaki yang tersedia sehingga kita tidak perlu mengangkat kaki kita ke atas wastafel. Keran cuci kaki ini sepertinya sengaja disediakan bersebelahan dengan wastafel.   Tempat wudhu ini ada pintu gesernya sehingga bisa ditutup jadi saya bisa membuka jilbab dan berwudhu dengan bebas. Di samping tempat wudhu, ada lemari yang isinya lumayan banyak sejadah dan beberapa Al-quran. Ada juga terjemahan Al-quran dalam bahasa inggris. Sepertinya ko...

Uncertainty

Kalau ada yang tanya, bagaimana keseharian phd student, bisa ngecek di phd comic. Sebagian besar yang digambarkan berdasarkan pengalaman banyak orang meski dalam media kartun-kartun yang kocak. Ketika sahabat saya bertanya, apa yang saya lakukan dua minggu pertama memulai, tidak banyak yang bisa saya jelaskan. Minggu pertama, saya google internet dengan pertanyaan “how to start your phd”  dan menulis email kepada teman-teman yang sudah di tahun pertama dan kedua phdnya, khususnya teman-teman saya waktu di adelaide dulu. Saya juga melakukan wawancara dengan beberapa orang dan coba mengingat nasehat-nasehat uci susilawati yang baru menyelesaikan phdnya dengan gemilang. Minggu kedua, saya habiskan dengan mereview lagi proposal saya. Membaca jurnal, laporan, dan thesis yang saya temukan di kampus. Membuat catatan-catatan, berjibaku dengan semua pertanyaan, bagai benang kusut yang tak ada habisnya. Kadang-kadang susah sekali menarik bibir ini buat tersenyum, kelu. Kebiasaa...

My Teenager Memories

Kemarin terharu biru membaca blog seorang sahabat, saya sangat bahagia dengan kemampuannya sangat detil mengingat kenangan kami yang indah. Makasi ya Din, sudah menuliskan itu semua :) Waktu SMP, saya ikut satu kegiatan majalah dinding dan majalah sekolah. Is, bangga kali wak, waktu artikel saya dimuat. Sayangnya koleksi majalah "Ranup Seulaseh" saya kena “tsunami” hilanglah bukti kejayaan saya menulis.  Hari minggu biasanya kami ke laut, mandi laut rame-rame. Sore nonton teman sekelas saya maen bola, kayaknya saya udah pernah cerita jadi menejer tim bola yang namanya “juventus” dan “mu”. Kalau musim mangga, teman saya si Dedi yang punya pohon mangga depan rumahnya, selalu bawa mangga sekalian pisau dan bonus ngupasin mangga buat teman sekelas. Teman sebangku saya yang agak metal, mengajarkan saya banyak hal berkaitan dengan kenakalan remaja. Termasuk cara lompat pagar buat cabut. Waktu itu dia udah bisa nyetir dan punya mobil, jadi kami jalan-jalan naik mobil...