Makan Siang Bareng
Pesan si Bos, pada kali pertama meeting saya :
“Sari, kamu harus sering ikut teman-temanmu makan siang
bareng ya..”
Mungkin, dia melihat “lunch box” di mata saya. Maka dengan
patuhnya saya ikut teman-teman baru saya makan siang. Suasananya asyik, kadang,
kadang saya cuma jadi obat nyamuk. Saya menjelma menjadi sangat pendiam, dan
jadi pendengar yang baik.
Rupanya pada saat makan siang inilah, semua gosip dibarter,
cerita, isu, atau sekedar obrolan ringan. Dari pagi sampai siang dan setelah
makan siang sampai sore, teman-teman saya ini tak banyak bersuara. Konsen
dengan pekerjaannya. Pada saat makan siang, hal-hal yang pengen saya tanyakan,
bisa saya tanya dengan santai dan dijawab dengan senyum.
Kadang kami makan di kantin atas, kadang jalan keluar,
menjelajah kantin-kantin di sekitar, dan saya berkesempatan cuci mata, ngeliat
mas-mas ganteng dengan jas, atau sekedar kemeja yang rapi jali.
Pasti pengen tau kan, saya makan apa? Belum saya buka mulut,
mas atau mbak kantin langsung menyodorkan menu vegetarian karena melihat saya
berkerudung. Setiap kantin di sini selalu punya menu sayur mayur tanpa daging
dengan olahan yang lumayan kreatif.
Jadilah saya vegetarian sejati dan lidah
saya kadang protes dengan rasa yang “asing”. Sejauh ini, paling kalau udah
terasa tak sanggup ditelan, maka saya tinggalkan saja di piring. Wisata kuliner
yang sungguh menantang.
Ya acara makan siang ini, selalu saya tunggu. Keluar dari
ruang, menghirup udara segar, dan menebak-nebak apakah kali ini saya merasakan
makanan yang lezat atau merasakan sebuah petualangan baru dengan indra pengecap
saya..