lelah
sudah cukup sepertinya semua tapakan ini. aku ingin sebentar saja berteduh di ujung pematang hijau. dari pagi tak jua kelar kabut itu dan memberikan aku terlalu panjang waktu untuk memahami mimpi yang semakin kabur. tak apa-apalah kalau sesederhana membaca buku pengantar tidur atau menunggu jemputan menuju taman bermain yang menjanjikan. lelahku ini sudah di ambang batas untuk memahami mauku dan sedikit kulit luar pembungkus selubung senyummu. untuk selalu membuatmu ingat aku dan tak berhenti berbicara padaku. sesederhana itu tapi tak pernah jadi sesederhana itu. aku tak pernah cukup baik untukmu dan tak pernah bisa memuaskan egomu. selalu salah dalam keseriusanku memandang hidup. selalu terpinggirkan. aku hanya perempuan yang terlalu naif menantang mentari. tak bolehkah aku seperti itu? tak sukakah kamu aku yang selalu mempertanyakan embun dan debu seakan-akan aku baru mengenal mereka? selesaikah aku jika aku tak setenang senandung meditasi? telusurilah aku, dan tersesatlah kita dalam...